Daftar Istilah

Cari Lanjutan
Menampilkan 1-10 dari 10 hasil
No.JudulIsi
 
1Tebing PemanjatanAdalah suatu bentuk tebing batu yang dapat dilakukan pemanjatan pada permukaannya. Suatu tebing pemanjatan berada dalam suatu kawasan pemanjatan. untuk suatu tebing batu yang sangat besar dapat memiliki lebih dari satu permukaan yang layak dipanjat, contoh Tebing Tower 1 di Kawasan Gunung Parang mempunyai lebih dari satu sisi berbeda yang dapat disebut sebagai tebing pemanjatan.
2Pemanjatan KecepatanAdalah satu jenis pemanjatan kompetisi pada jalur pemanjatan dimana pemenang ditentukan dengan melihat waktu tercepat. Dikenal dua jenis pemanjatan kecepatan: classic dan record.
3Pemanjatan Jalur-pendek (bouldering)Adalah jenis panjat tebing yang melakukan pemanjatan pada jalur pendek yang berorientasi pada pemecahan masalah (kesulitan). Pada satu jalur yang tidak tinggi biasanya cukup aman dilakukan tanpa menggunakan pengaman sama sekali, berisi satu atau titik kesulitan (crux).
4OnsigthAdalah kualitas (nilai) pemanjatan tertinggi yang dilakukan pada suatu jalur pemanjatan, dimana seorang pemanjatan hanya melihat jalur yang akan dipanjat satu kali pada percobaan pertama pemanjatan dan berhasil mencapai titik akhir pemanjatan tanpa terjatuh atau membebani tali pengaman pemanjatan dan tanpa melihat pemanjat lain melakukan pemanjatan pada jalur tersebut.
5Kawasan PemanjatanAdalah suatu daerah atau wilayah yang mengandung gugusan tebing pemanjatan. Suatu kawasan pemanjatan bisa merentang dari beberapa wilayah administratif.
6Jalur-tersediaAdalah jalur pemanjatan yang telah mempunyai titik pengaman yang dapat langsung digunakan sehingga suatu jalur dapat dipanjat oleh siapapun tanpa perlu melakukan pembuatan jalur pemanjatan.
7Jalur PemanjatanAdalah lintasan pada tebing yang dapat dipanjat oleh seorang pemanjat tebing dengan satu atau lebih teknik pemanjatan dimulai dari titik awal pemanjatan hingga titik akhir pemanjatan.
8Instruktur Panjat Tebing

Instruktur panjat tebing adalah profesi pada kegiatan panjat tebing yang mempunyai keahlian mengajarkan kegiatan panjat tebing yang benar. Seorang instruktur akan memberikan materi sesuai dengan silabus yang tersusun dalam suatu standar panjat tebing yang berlaku. Untuk menjadi instruktur mereka mengikuti pelatihan yang dipimpin oleh master instruktur, dan jika dinilai telah memenuhi standar sebagai seorang instruktur maka master instruktur akan memberikan ijin (lisensi) kepada instruktur untuk menerbitkan sertifikat kepada siapa saja yang nanti mengikuti pelatihan kepadanya. Lisensi yang diberikan mempunyai masa berlaku tertentu dan aturan penerapan yang cukup ketat, hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas penerapan standar kegiatan panjat tebing. Mengingat kegiatan panjat tebing adalah satu jenis kegiatan yang mempunyai risiko sangat tinggi.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa instruktur panjat tebing adalah seorang yang mengajari orang lainnya dari tidak bisa manjat tebing menjadi bisa manjat tebing dengan benar. Instruktur tidak akan memilih orang akan belajar kepadanya apakah anak kecil, orang lanjut usia, laki atau perempuan. Semua akan diajar agar dapat melakukan pemanjatan tebing dengan benar. 

9Crux

Segmen (bagian) sulit dari suatu jalur pemanjatan. Dalam satu jalur pemanjatan dapat terdiri dari satu atau lebih crux.

10Climbing Calls

Adalah bahasa komunikasi lisan standard antara pemanjat dan belayer yang digunakan dalam kegiatan panjat tebing. Dengan bahasa komunikasi yang standard maka para pemanjat dari berbagai negara dapat melakukan komunikasi secara efektif sehingga terhindar dari kesalahfahaman yang dapat berakibat fatal. Dalam berkomunikasi, pemanjat-belayer bisa saling menjawab, namun bisa juga jawaban dilakukan dengan cara melakukan apa yang harus dilakukan oleh salah satu pihak. Berikut beberapa kalimat yang telah standard:

pemanjat: climbing on (pemanjat memberi tahu niatnya akan melakukan pemanjatan)

belayer: on climbing (belayer mempersilahkan pemanjat meneruskan niatnya)

 

p: belay on (pemanjat meminta belayer untuk mulai melakukan pengamanan pemanjatan, belaying)

b: on belay (belayer menyatakan mulai melakukan belaying)

 

p: slack (pemanjat meminta belayer untuk mengendurkan/mengulur tali pemanjatan)

p: take in (pemanjat meminta belayer mengencangkan tali pemanjatan)

p: rock (pemanjat memberitahu belayer ada batu yang jatuh, agar belayer waspada)

p: fall (pemanjat memberitahu belayer bahwa ia terjatuh)

 

p: lower me (pemanjat meminta belayer menurunkannya ke dasar/awal pemanjatan)

b: lowering (belayer menurunkan pemanjat dengan cara mengendurkan tali pemanjatan hingga pemanjat mencapai titik awal pemanjatan)

 

p: belay off (pemanjat memberitahu belayer akhir kegiatan belaying)

b: off belay (belayer mengiyakan akhir dari kegiatan belaying)